Asisten II Sekda Papua, Elia Loupatty mengatakan tugas utama dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Papua adalah melakukan kerjasama dengan pusat data Papua.

“Pusat data Papua sebagian besar data-data di Papua yang disebut Papua Satu Data, setidak-tidaknya jadi landasan untuk berpacu kedepan,” katanya kepada wartawan, belum lama ini.

Menurut Elia, Balitbang di Papua diharapkan ada yang bersifat teknis dan hal-hal bersifat praktis dan dapat dilakukan dalam jangka waktu pendek dan menengah. “Sehingga Balitbang Papua bermakna dan berarti,” katanya.
Dalam hal penganggaran peneliti di Balitbang Papua, kata Elia, harus ada tata cara tersendiri, bukan hanya di Papua tetapi seluruh Indonesia. “Kalau kami pakai gaya DPA, saya rasa kreativitas mereka akan tumpul karena mereka bekerja tak mungkin tujuh hari dan kalaupun perpanjang tak muda juga,” jelas.

Elia minta Kepada Balitbang Papua tak bekerja sendiri. Harus bekerjasama dengan pihak terkait yang profesional yang bisa turun langsung ke lapangan.

“Dua tahun ini kami mulai ekspor kayu. Bagi Pak Gubernur jangan komoditi itu saja harus ada komoditas lain yang harus diekspor. Apalagi dalam waktu dekat akan ada pelayaran dari Jayapura-Port Morsby-Australia-Bitung-Sorong dan Jayapura karena itu kontener kami tidak hanya isi kayu tapi juga komoditas lain,” ujar Elia.

Menurut Elia, dengan adanya pelayaran yang bisa sampai keluar negeri dari Papua maka peran Balitbang Papua sangat strategis untuk bekerjasama dengan stakeholder lainnya untuk menolong pemerintah dan rakyat Papua memperoleh pendapatan yang sebesar-besarnya dengan mengelola sumber daya alam tapi tetap memperhatikan lingkungan hidup yang bekelanjutan.