PERAN KEPALA KAMPUNG DALAM PENGELOLAAN DANA DESA DI KABUPATEN JAYAPURA
Kepala Kampung mempunyai peranan signifikan dalam pengendalian pemanfaatan dana-dana yang mengalir ke kampong. Hal ini memberikan kewenagan dan tanggungjawab  sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.Dibutuhkan pengetahuan dan kemampuan Kepala Kampung dalam mengelola, mengatur, menggunakan, dan mempertanggungjawabkan keuangan serta strategi sesuai dengan RAPB Kampung yang dirumuskan bersama-sama dengan masyarakat demi kesejahteraan masyarakat Kampung.

Akhir-akhir ini menjadi sorotan dalam berbagai media tentang penggunaan dana kampong, sorotan itu memicu perdebatan tentang besaran dana yang dikucurkan oleh pemerintah pusat dan kemampuan aparat kampong dalam mengelola dana desa.

Dalam kilasan buku ini akan disajikan tentang bagaimana aturan yang ada dalam pengelolaan dana desa, kemampuan dan kesiapan para aparat kampong dalam mengelola serta akuntabilitas pengelolaannya di Kabupaten Jayapura.

Perlu suatu kajian yang mendalam juga sampai dimana kemampuan dan kepatuhan aparat kampung dalam mengelola dana desa, serta masalah-masalah dan faktor-faktor yang perlu di tindak lanjuti sehingga para kepala kampong mampu memanfaatkan dana desa tersebut demi kesejahteraan masyarakat desa.  



Kinerja organisasi pada prinsipnya menjadi tanggung jawab semua anggota organisasi. Apabila kinerja anggota organisasi baik maka diharapkan kinerja organisasi juga baik. Kinerja anggota organisasi dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, kemampuan dan motivasi serta peran.

Dari beragamnya pendapat terkait dengan kinerja organisasi, ternyata banyak faktor yang turut mempengaruhi kinerja organisasi. Baik itu faktor secara internal organisasi maupun faktor yang muncul dari luar organisasi. Namun di atas semua itu, faktor kepemimpinan juga menjadi salah faktor yang cukup memengaruhi kinerja organisasi. Hal ini tentunya disebabkan oleh adanya hubungan antara kinerja individu, dan kinerja tim yang kemudian memberi efek (bisa positif maupun negatif) pada persepsi orang tentang kinerja organisasi tersebut.

Aspek organisasi juga memainkan peran penting dalam upaya meningkatkan etos kerja dan kinerja seorang pegawai. Sistem pemberian imbalan seperti penghargaan terhadap prestasi kerja, serta pemberian uang makan dan penegakkan disiplin pegawai seharusnya menjadi spirit untuk meningkatkan etos kerja pegawai yang berdampak positif pada peningkatan kinerja organisasi Pemerintah Kabupaten Jayapura, sebagaimana terangkum dalam buku “Pengaruh Tunjangan Kinerja Daerah dan Uang makan Terhadap Peningkatan Kinerja Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Jayapura

  Lihat PDF  

 

EKONOMI BERBASIS ADAT

Buku ini adalah merupakan rangkuman hasil penelitian dan pengkajian Ekonomi Berbasis Adat di Kabupaten Jayapura yang dimaksudkan guna memberikan gambaran hasil analisis dan kajian sumber-sumber potensi ekonomi masyarakat adat di Kabupaten Jayapura, mengetahui kearifan lokal dalam mengembangkan perekonomian masyarakat adat, mengetahui bagaimana strategi Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam meningkatkan perekonomian masyarakat adat dan mengetahui hak dan kewajiban pemangku adat dalam pengelolaan sumber daya alam khususnya yang menunjang perekonomian masyarakat adat.

Kearifan lokal yang dulu telah terjalin pada masyarakat dan merupakan suatu ketentuan yang harus dilaksanakan oleh komunitas masyarakat adat, dalam kurun waktu terakhir ini semakin terkikis oleh kehadiran ekonomi modern sehingga ekonomi yang berbasiskan  adat semakin mengecil keberadaannya bahkan hampir tidak terdapat lagi di tengah-tengah masyarakat komunitas adat. Buku ini juga menggali kearifan lokal yang terjadi jauh sebelum kehadiran ekonomi modern yang sebagian masih dapat diceritakan oleh para pemangku adat di Kabupaten Jayapura. Kearifan lokal yang dimaksud sebagian masih tercemin dalam kehidupan masyarakat adat tetapi sebagian hanya tinggal cerita masa lalu yang sedikit banyaknya mempengaruhi keadaan yang sebenarnya tercermin pada waktu masa dulu.  

Lihat Pdf